nusatimes.id – Pembinaan prestasi olahraga akan lebih sempurna jika pengalaman dan sport science dapat dikolaborasikan menjadi sebuah program latihan yang mumpuni.
Hal ini yang menjadi harapan empat pelatih cabang olahraga (Cabor) yang saat ini sudah tidak lama lagi menyelesaikan studinya di fakultas olahraga dan kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
“Pembinaan olahraga sifatnya fleksibel, banyak perubahan-perubahan yang harus disesuaikan dengan kondisi zaman. Nah, sebagai pelatih kita perlu ilmu pengetahuan tentang itu sehingga dapat dikolaborasikan dengan Pengalaman baik sebagai mantan atlet maupun pelatih,” kata Januar Budiman Lahay, pelatih nasional taekwondo Gorontalo yang beberapa hari lalu menjalani sidang skripsi strata satu jurusan Kepelatihan olahraga UNG, Jum’at (9/5/2025).
Keempat pelatih yang menjalani sidang skripsi tersebut adalah Januar Budiman Lahay dan Syafrianto Pakaya pelatih taekwondo, Irwan Husain pelatih pencak silat dan Jerry Horman pelatih tinju.
Terpisah, Dekan FOK UNG, DR. Hartono Hadjarati, M.Pd, AIVO yang diminta komentarnya terkait keseriusan empat pelatih Cabor dalam menjalankan studynya mengatakan tidak ada kata terlambat untuk belajar.
“Seorang pelatih sejatinya harus cerdas dalam memadukan antara pengalaman yang dimiliki dengan kemajuan ilmu pendidikan yang linier dengan profesinya sebagai pelatih. Dan saya sangat mengapresiasi semangat teman-teman pelatih yang mau terus belajar demi tujuan akhir sebuah prestasi gemilang,” pungkasnya. (*)












