nusatimes.id – Kabar kurang menggembirakan datang dari dunia karate Gorontalo. Rencana keberangkatan kontingen daerah ini ke ajang Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB FORKI IV resmi dibatalkan. Keputusan tersebut diumumkan oleh Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Gorontalo pada 6 Mei 2026.
Pembatalan ini bukan tanpa alasan. Pihak FORKI Gorontalo menyebut kendala utama terletak pada dukungan anggaran yang hingga kini belum terealisasi. Kondisi tersebut membuat persiapan keberangkatan dan pemenuhan kebutuhan kontingen dinilai belum bisa dilakukan secara maksimal.
Ketua Umum FORKI Gorontalo, Dr. Danial Ibrahim, menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan dan rasa tanggung jawab. Meski berat, langkah ini dianggap sebagai pilihan paling realistis demi menjaga kualitas dan kesiapan tim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Terkait keikutsertaan atlet Gorontalo pada Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB FORKI IV, perlu kami jelaskan bahwa pada prinsipnya FORKI Provinsi Gorontalo sangat mendukung pembinaan dan prestasi atlet, termasuk memberikan apresiasi kepada atlet-atlet yang telah mengikuti proses seleksi dan dinyatakan lolos untuk mengikuti kejuaraan nasional tersebut.
Namun demikian, kondisi saat ini perlu dipahami secara proporsional, karena kepengurusan FORKI Provinsi Gorontalo periode yang baru sampai saat ini belum dilantik secara resmi. Dengan belum dilantiknya kepengurusan tersebut, maka secara organisatoris kami juga belum memiliki legitimasi penuh untuk mengambil beberapa keputusan strategis dan teknis organisasi, termasuk yang berkaitan dengan penganggaran, penetapan official, administrasi keberangkatan, serta tanggung jawab organisasi dalam kegiatan resmi di luar daerah.
Di sisi lain, saat ini kami juga masih fokus pada persiapan agenda pelantikan pengurus FORKI Provinsi Gorontalo dan konsolidasi internal organisasi agar kepengurusan baru nantinya dapat berjalan lebih tertata, terstruktur, dan siap menjalankan program pembinaan secara berkelanjutan.
Perlu ditegaskan bahwa kondisi ini bukan berarti FORKI Provinsi Gorontalo tidak mendukung atlet ataupun mengabaikan hasil seleksi yang telah dilaksanakan. Justru kami sangat menghargai perjuangan para atlet yang sudah berlatih dan lolos seleksi. Akan tetapi, terdapat keterbatasan organisatoris dan administratif yang sementara ini belum memungkinkan untuk memfasilitasi keberangkatan secara optimal.
Ke depan, setelah pelantikan kepengurusan selesai dilaksanakan, FORKI Provinsi Gorontalo akan lebih fokus melakukan:
pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan;
pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda);
pemusatan latihan atlet potensial;
penguatan manajemen organisasi;
serta persiapan menghadapi event regional, nasional, maupun internasional.
Kami berharap seluruh pihak dapat memahami kondisi transisi organisasi yang sedang berlangsung saat ini. Semoga setelah kepengurusan definitif dilantik, FORKI Provinsi Gorontalo dapat lebih maksimal dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan dan prestasi atlet karate di daerah.
Demikian disampaikan. Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Di balik keputusan ini, ada rasa kecewa yang tak bisa disembunyikan. Para atlet yang telah menjalani latihan intensif harus menunda ambisi mereka tampil di panggung nasional. FORKI pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh atlet dan pihak terkait atas situasi yang terjadi.
Namun, peluang belum sepenuhnya tertutup. FORKI Gorontalo tetap membuka kesempatan bagi atlet yang ingin berpartisipasi secara mandiri. Dengan catatan, mereka tetap berkoordinasi dan membawa nama baik daerah di ajang tersebut.
Situasi ini menjadi catatan penting bagi pembinaan olahraga di daerah. Di tengah semangat atlet yang terus menyala, dukungan nyata terutama dari sisi pendanaan masih menjadi kunci agar prestasi bisa melesat di level nasional. (*)






