Scroll untuk baca artikel
GorontaloKONI Provinsi GorontaloOlahraga

PON Beladiri 2025, Belum Dipastikan Gorontalo Ikut

×

PON Beladiri 2025, Belum Dipastikan Gorontalo Ikut

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Terobosan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dengan menginisiasi untuk pertama kalinya Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri, yang akan digelar pada Oktober 2025 di Jakarta dan Kudus.

“Ajang ini menjadi jawaban atas keterbatasan ruang kompetisi bagi cabang olahraga beladiri non-Olimpiade yang tak terakomodasi dalam PON reguler,” ujar Wakil Ketua II KONI Provinsi Gorontalo, Dr. Ucok H. Rafiater, M.Pd kepada awak media ini, Jumat (25/7/2025).

Seperti halnya penyampaian Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman beberapa waktu lalu bahwa mulai PON XXII/2028 di NTT-NTB, fokus penyelenggaraan akan bergeser ke cabang olahraga yang termasuk dalam daftar Olimpiade dan memiliki potensi medali bagi Indonesia. Makanya KONI Pusat, membutuhkan platform tersendiri untuk cabor lainnya yang juga penting secara budaya dan prestasi.

“Terinformasi ke kami bahwa PON XXII/2028 akan fokus pada Olympic Sport, maksimal 32 cabang olahraga yang dipertandingkan. Pertimbangannya, beberapa cabang olahraga Olimpiade, cabang olahraga yang selalu mendapatkan hasil baik di Asian Games maupun di SEA Games, dan yang ketiga kita memberikan kesempatan pada tuan rumah untuk mengusulkan dua cabang olahraga,” jelas Dr. Ucok H. Rafiater, M.Pd.

PON Beladiri menjadi satu dari empat ajang baru yang dicanangkan KONI Pusat, selain Indonesia Beach Games, Indonesia Indoor Games, dan Indonesia Youth Games. Tujuannya, memperluas ekosistem kompetisi dan pembinaan atlet nasional.

“Kedepan peluang prestasi atlet daerah itu semakin terbuka. Bukan hanya di PON reguler yang empat tahunan saja, tapi juga berpeluang di event-event multi lainnya seperti PON Beladiri seperti ini,” ujar sosok yang juga dosen FOK UNG tersebut.

Lantas bagaimana dengan kontingen Gorontalo?, berapa banya cabang olahraga yang akan dikirimkan KONI Provinsi Gorontalo?. Sosok yang juga ketua harian Pengprov PASI Gorontalo tersebut mengaku belum ada keputusan ikut tidaknya Gorontalo pada event PON Beladiri pertama tahun ini. Bahkan untuk cabang olahraga apa saja yang akan diutus juga belum ada kepastian.

“Hanya saja, setelah informasi PON Beladiri ini dirilis KONI Pusat, kami juga sudah menyampaikan kepada seluruh cabor beladiri secara lisan untuk dapat mempersiapkan diri secara mandiri dulu menghadapi PON beladiri yang rencananya akan dilaksanakan bulan Oktober tahun ini,” jelas Ucok.

Kolaborasi dan koordinasi terkait PON beladiri ini juga terus dibangun KONI Provinsi Gorontalo baik itu dengan KONI Pusat, hingga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo sebagai mitra pembinaan olahraga di daerah.

“Sehingganya kami berharap, pada pelaksanaan perdana PON Beladiri ini Provinsi Gorontalo dapat ambil bagian dan bukan hanya sekedar ikut tapi bagaimana dapat membuktikan diri mampu bersaing dan meraih prestasi di event sekelas PON,” pungkasnya.

Sebagai informasi, beberapa cabang sejak beberapa bulan lalu telah mempersiapkan diri secara mandiri untuk bisa tampil di PON Beladiri pertama tahun ini. Bahkan, mantan atlet karate Gorontalo, Abdul Thalib Ismail mengaku sangat ingin membela Gorontalo kembali diajang PON Beladiri tahun ini.

“Saya siap turun lagi, apalagi ini PON Beladiri pertama. Dan sisa waktu yang akan saya maksimalkan jika kemudian saya masih dipercaya memperkuat tim karate Gorontalo,” kata atlet yang akrab disapa Ipong tersebut.

Kesiapan senada juga disampaikan pelatih pencak silat Gorontalo, Dedy Punu yang mengaku telah menyiapkan lima atlet untuk menghadapi PON Beladiri bulan Oktober tahun ini.

“Kalau silat kita siap ikut PON remaja, sekarang sudah lima atlet yang intens berlatih menghadapi event tersebut,” terangnya. (*)

Apa Komentar Anda?