nusatimes.id – Di tengah hiruk-pikuk penyelenggaraan haji 2026, ada satu sosok yang memilih jalur berbeda. Bukan duduk di balik meja dengan jabatan strategis, melainkan berdiri langsung di garis depan, menghadapi panas ekstrem dan padatnya arus jamaah. Dialah AKP Iswan Brandes, polisi asal Polda Gorontalo.
Dengan penuh kesadaran, Brandes menanggalkan gengsi pangkatnya demi satu tujuan: melayani jamaah haji, khususnya asal Sulawesi. Ia memilih menjadi Kepala Pos Terminal Syib Amir di Makkah—titik krusial mobilitas bus shalawat menuju Masjidil Haram.
Di bawah suhu menyengat hingga 42 derajat Celsius, ditemani deru mesin bus dan kepulan asap knalpot, Brandes justru menemukan panggilan pengabdiannya.
“Saya memang berdoa agar bisa ditempatkan di sini, melayani jamaah langsung,” ungkapnya.
Padahal, kesempatan untuk menjabat sebagai kepala sektor sempat terbuka lebar. Namun, ia menolak. Baginya, pelayanan langsung di lapangan jauh lebih bermakna.
Tak hanya hadir secara fisik, Brandes juga membawa inovasi. Tahun ini, ia menerapkan skema baru pengaturan arus jamaah di Terminal Syib Amir. Tujuannya jelas: memperlancar mobilitas sekaligus meminimalisir risiko kepadatan, terutama saat aktivitas masih terpusat di wilayah Syisyah.
Dalam skema tersebut, jamaah rute 1, 2, dan 3 diarahkan keluar melalui Gate D nomor 1 hingga 13. Sementara itu, jamaah rute 5, 6, dan 7 dialihkan ke Gate D nomor 14 hingga 27. Menariknya, perhatian khusus diberikan kepada jamaah lansia. Mereka diprioritaskan melalui Gate 11 dan Gate 26 untuk memudahkan pelayanan serta pengawasan.
Langkah tegas juga diambil terkait penggunaan kursi roda. Brandes menegaskan agar kursi roda tidak dibawa hingga ke jalur perlintasan bus. Penggunaannya cukup sampai di lorong tunggu beratap putih sebelum titik keberangkatan. Kebijakan ini penting demi menjaga kelancaran arus bus sekaligus keselamatan jamaah.
“Ini bersifat sementara. Nanti akan disesuaikan kembali setelah layanan Raudhah dibuka, dan akses kemungkinan dialihkan ke Gate C,” jelasnya.
Di balik kesibukannya, Brandes tetap mengingatkan satu hal penting: disiplin jamaah. Ia mengimbau agar seluruh jamaah mengikuti arahan petugas demi kenyamanan dan kekhusyukan ibadah di Masjidil Haram.
Apa yang dilakukan AKP Iswan Brandes bukan sekadar tugas, tetapi cerminan pengabdian tanpa batas—ketika pangkat tak lagi menjadi prioritas, dan pelayanan menjadi kehormatan tertinggi.






