Scroll untuk baca artikel
KarateOlahraga

Safrin Saifi; Konflik Dalam Organisasi Itu Sah, Asalkan Sewajarnya

×

Safrin Saifi; Konflik Dalam Organisasi Itu Sah, Asalkan Sewajarnya

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Dalam sebuah organisasi khususnya olahraga, wajar jika muncul dinamika atau konflik yang terjadi jelang atau saat organisasi tersebut berjalan. Nah, bagi ketua Harian FORKI Gorontalo, Safrin Saifi selama tidak berlebihan dan tujuannya demi kemajuan karate Gorontalo maka itu adalah hal yang baik.

“Tentang dinamika yang berkembang di beberapa perguruan kemudian juga dikalangan teman-teman karateka bahkan sampai mengirimkan surat permohonan untuk lahirnya carateker jelang musyawarah, sebagai panitia pelaksana musyawarah kami melihat atau memandangnya terlalu bersemangat secara positif,” ujarnya.

Semangat seperti itu kata Safrin sangat dibutuhkan untuk menyatukan beberapa perguruan FORKI yang selama ini memang sudah menyatu hanya memang ada beberapa konflik yang terjadi. Ia juga menyadari bahwa menyatukan perguruan yang ada di Provinsi Gorontalo kurang lebih sekitar 14 perguruan karate itu tidaklah mudah. Apalagi untuk menyatukan berbagi kepentingan dalam bendera FORKI itu cukup sulit tapi itu sudah dilakukan oleh kepengurusan FORKI Provinsi Gorontalo hari ini.

“Alhamdulillah seluruh perguruan telah menyatu, kalaupun misalnya ada kepentingan-kepentingan yang tidak terakomotif itu wajar. Saya rasa yang harus dilakukan adalah bagaimana mengkomunikasikannya dengan FORKI Provinsi Gorontalo jika ada kepentingan yang tidak terakomodir dari perguruan itu. Maka saya ingin mengajakkepada seluruh elemen karate, kepada seluruh perguruan dan seluruh tokoh karate yang peduli dengan karate ayo kita manfaatkan momentum musyawarah ini, dan kita sukseskan musyawarah ini untuk mencari figur yang tepat,” beber Safrin.

“Dengan dinamika yang ada saya berharap jangan kita melakukan langkah-langkah yang membuat kita justru mundur ke belakang. Konflik-konflik itu dibutuhkan dalam rangka untuk menyemangati untuk memperbaiki, tapi kalau konflik yang sudah mengarah kepada hal yang sifatnya destruktif maka itu saya kira juga sangat tidak etis dalam sebuah organisasi,” pungkasnya. (*)

 

Apa Komentar Anda?