Nusatimes.id – Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menghadiri program Remaja Cakap Digital (Recak Digital) di SMA Negeri 2 Limboto pada Selasa (20/5/2025). Program literasi bagi siswa itu digagas dan dilaksanakan oleh Dinas Kominfotik sejak tahun 2022 lalu.
Wagub Idah datang sekaligus melihat pekarangan sekolah tersebut yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele, ikan mujair dan tanaman rica.
Sekolah jenjang SMA/SMK sederajat diminta untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lumbung pangan siswa. Langkah ini dinilai mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi media pembelajaran wirausaha dan peningkatan keterampilan siswa.
“Jangan biarkan lahan sekolah kosong. Ini bisa dijadikan sebagai lumbung pangan siswa yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan. Selain itu, ini juga menjadi media pembelajaran wirausaha dan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap dunia pertanian,” ujar Idah.
Ia menekankan pentingnya keterampilan sebagai bekal siswa di masa depan. Menurutnya, teori di kelas saja tidak cukup, siswa perlu dilatih secara langsung agar memiliki ketekunan, kebiasaan positif, dan keterlibatan emosional dalam proses belajar.
“Saya usulkan agar setiap hari Jumat dijadikan sebagai waktu rutin bagi siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pertanian dan perikanan di sekolah. Seperti di SMA 2 Limboto ini, yang sudah memulai dan patut dicontoh oleh sekolah lain,” tambahnya.
Bagi sekolah yang memiliki keterbatasan lahan, Idah menawarkan solusi kreatif dengan memanfaatkan media tanam alternatif dari barang-barang daur ulang.
“Sejengkal tanah pun bisa dimanfaatkan. Kalau tidak ada lahan subur, gunakan pot dari barang bekas, seperti kemasan plastik atau wadah telur,” jelasnya.
Idah Syahidah yang juga adalah mantan Anggota DPR RI itu mengajak seluruh pihak untuk menjadikan gerakan menanam sebagai budaya bersama. Menurutnya, ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yakni sekolah dan rumah tangga. (Rls)












