nusatimes.id – Kabar membanggakan datang dari arena sepak takraw nasional. Satu nama asal Gorontalo, Noldi Husain Suleman, kembali dipercaya memperkuat jajaran pelatih Tim Nasional Sepak Takraw Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games 2026 di Prefektur Aichi dan Nagoya, Jepang.
Kepastian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Besar Persatuan Sepaktakraw Indonesia (PB PSTI) Nomor 002/KU/PB.PSTI/I/2026, tertanggal 23 Januari 2026. Dalam SK itu, Noldi Husain Suleman resmi dinyatakan lolos dan masuk dalam daftar pelatih timnas bersama sejumlah pelatih senior dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelatih asal Provinsi Gorontalo ini akan bahu-membahu dengan nama-nama berpengalaman seperti Dr. Abdul Gani (DKI Jakarta), Andi Nur Alim Kaba (Sulawesi Selatan), Abrian Sihab Aldilatama (Jawa Timur), Suko Hartono (Jawa Tengah), serta Dr. Ramli Kumang (Sulawesi Selatan). Kombinasi pelatih lintas daerah ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menyiapkan tim Merah Putih menghadapi persaingan ketat di level Asia.
Terpilihnya kembali Noldi bukan tanpa alasan. Pengalamannya menangani atlet, pemahaman taktik permainan, serta konsistensi dalam pembinaan menjadi nilai plus yang membuat PB PSTI kembali menaruh kepercayaan. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa Gorontalo punya kontribusi nyata di pentas olahraga nasional, khususnya sepak takraw.
Lebih dari sekadar penugasan, kehadiran Noldi di timnas diharapkan mampu menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi pembinaan prestasi sepak takraw di Gorontalo. Regenerasi atlet, peningkatan kualitas pelatih daerah, hingga gairah kompetisi lokal diyakini akan ikut terdongkrak.
“Asian Games 2026 masih beberapa bulan lagi, namun mesin sudah dipanaskan. Dengan komposisi pelatih yang solid dan sarat pengalaman, publik olahraga Tanah Air berharap sepak takraw Indonesia kembali unjuk gigi dan mengharumkan Merah Putih di Jepang,” ungkap Frangky Kabid Binpres PSTI Gorontalo yang diminta tanggapannya terkait terpilihnya satu pelatih asal Gorontalo untuk memperkuat timnas, Senin (26/01/2026).
“Gorontalo patut bangga. Dari daerah, untuk Indonesia,” timpalannya.(*)






