Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontalo

Disparekrafpora: GKK Jadi Strategi Perkenalkan Karawo ke Kancah Nasional dan Internasional

×

Disparekrafpora: GKK Jadi Strategi Perkenalkan Karawo ke Kancah Nasional dan Internasional

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo terus mendorong pengembangan dan promosi Karawo sebagai salah satu ikon ekonomi kreatif daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pariwisata Disparekrafpora Provinsi Gorontalo Gema Putra Baculu saat mewakili Kepala Dinas sebagai narasumber dalam Podcast RRI Gorontalo, Kamis (11/8/2026).

Dalam podcast tersebut, dibahas berbagai potensi Karawo, mulai dari aspek pelestarian, pengembangan hingga strategi promosi melalui pelaksanaan Gorontalo Karawo Karnaval (GKK).

Gema menilai GKK merupakan salah satu strategi yang tepat untuk memperkenalkan Karawo lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga ke kancah internasional.

“GKK merupakan strategi yang sangat baik untuk memperkenalkan Karawo ke kancah nasional dan internasional. Ini bukan hanya tentang sebuah event, tetapi bagaimana Karawo dapat kita dorong menjadi identitas dan kekuatan ekonomi kreatif Gorontalo,” ujarnya.

Ia juga menyoroti salah satu agenda yang menjadi pembeda dalam GKK, yakni Mo Karawo Kolosal. Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi titik penting atau turning point dalam upaya regenerasi pengrajin Karawo karena akan melibatkan siswa SMA/SMK dan sederajat.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan Karawo di masa mendatang.

“Mo Karawo Kolosal ini bisa menjadi turning point untuk regenerasi pengrajin Karawo. Karena ada keterlibatan siswa SMK, maka kita mulai menanamkan keterampilan dan kecintaan terhadap Karawo kepada generasi muda. Tugas kita bersama adalah memastikan proses ini terus berlanjut,” jelasnya.

Lebih jauh, Disparekrafpora berharap GKK maupun pengembangan sektor pariwisata Gorontalo secara umum dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap berbagai sektor lainnya.

Pariwisata, kata Gema, harus mampu menjadi lokomotif yang menggerakkan banyak gerbong pembangunan, mulai dari UMKM, pemberdayaan masyarakat, pendidikan hingga sektor-sektor penting lainnya.

“Harapan kita, GKK dan secara umum pariwisata Gorontalo bisa menjadi lokomotif yang menggerakkan banyak gerbong lainnya. Ketika pariwisata bergerak, UMKM ikut bergerak, pemberdayaan masyarakat meningkat, pendidikan mendapatkan ruang, dan sektor lainnya juga ikut tumbuh,” ungkap Gema.

Dengan semakin kuatnya sinergi antar-sektor, pengembangan Karawo diharapkan tidak berhenti pada aspek pelestarian budaya, tetapi mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Alhasil, pergerakan ekonomi menjadi lebih menggeliat. Dan tujuan akhirnya tentu adalah bagaimana kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” pungkasnya. (*)

Apa Komentar Anda?